Rumah Idaman Islami: Rumahku Surgaku

by

Rumah Idaman Islami: Rumahku Surgaku. Rumah merupakan salah satu diantara nikmat-nikmat Allah, agar hamba-Nya terlindung dari teriknya matahari, dinginya malam dan hujan, serta untuk menyimpan barang miliknya, juga untuk menutup diri dan menjaga keluarganya dari pandangan manusia. Hal ini sebagaimana diisyaratkan pada firman Allah SWT di atas.

Di samping fungsi tersebut, masih banyak lagi manfaat sebuah rumah bagi manusia. Ternyata manfaatnya lebih dari sekedar tempat tinggal. Ia merupakan tempat tinggal, tempat berkumpul dengan keluarga, tempat mendidik dan melatih anak-anak kita agar tumbuh dewasa dan bertanggung jawab,disamping sebagai tempat yang aman bagi kaum wanita.

Allah   berfirman:

“dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu “ (Al Ahzab : 33)

Rumah idaman yang ideal dan bahagia adalah rumah yang dibangun diatas dasar ketaqwaan kepada Allah. Pilar-pilarnya mengikuti dan mengambil hukum dari Al Qur’an dan As Sunnah. Penghuninya juga ridha dengan keputusan yang diambil dari keduanya. Begitu pula jika terjadi perselisihan dan timbul permasalahan, mereka akan mengmbalikan kepada dua sumber hukum yang mulia, yaitu Al Qur’an dan As Sunnah. Sebagaimana Firman Allah:

rumah idaman islami“Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya “ (An Nisa’:59)

Dari sisi lahiriahnya rumah terebut jauh dari sifat berlebih-lebihan, dan lebih menunjukan kesederhanaan, baik dalam masalah makanan, minuman, pakaian, perhiasan, peralatan, maupun perabotnya. Penghuninya selalu memperhatikan firman Allah  :

“Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan” (Al A’raf : 31)

Maksudnya jangan sampai melampaui batas dari yang dibutuhkan. Akan tetapi ini bukan berarti Islam mengesampingkan keindahan desain rumah. Tetapi yang dimaksud disini adalah dengan cara yang sederhana dan tidak boros. Model rumah minimalis ataupun rumah besar bertingkat tidak menjadi masalah, asalkan sesuai kebutuhan.

“Katakanlah: “Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezki yang baik?” Katakanlah: “Semuanya itu (disediakan) bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus (untuk mereka saja) di hari kiamat. Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui” (Al A’raf : 32)

Rumah idaman seperti inilah yang diharapkan oleh setiap muslim, bukan hanya menjadi tempat tinggal dan tempat melepas lelahnya. Namun juga mampu memenuhi kebutuhan jasmani dan ruhaninya. Juga menjadi wahana tarbiyyah bagi istri dan anak-anaknya menggantungkan harapan dan cita-citanya, menjadikan keluarganya diatas bangunan iman dan taqwa. Selalu dinaungi perasaan tentram dan kebahagiaan dalam upaya menggapai ridha ilahi.

MENJAGA KEBERSIHAN & KEINDAHAN RUMAH

Allah SWT. berfirman:

“Dan Allah menyukai orang-orang yang bersih”(At Taubah : 108)

Rasulullah SAW telah bersabda:
“Sesungguhnya Allah itu indah, dan menyukai keindahan “(Riwayat Muslim)

Islam sangat memperhatikan masalah kebersihan, karena kebersihan merupakan bagian dari ibadah. Seorang muslim dituntut untuk selalu menjaga kebersihan dari najis dan kotoran. Begitu pula syari’at yang mulia mengajarkan tentang istinja’, memotong kuku, bersiwak, dan lain-lain. Semua ini merupakan bukti bahwa kebersihan sangat ditekankan dalam syari’at yang mulia ini.

Begitu pula dengan masalah keindahan. Penataan perabot yang rapi dan apik, akan menambah kindahan rumah. Walaupun rumah yang sederhana dan perabotnya bukan barang yang mewah.

MEMPERHATIKAN HIJAB

Dengan adanya hijab, maka kaum wanita yang ada dalam rumah tersebut akan terjaga kehormatannya, dan merasa aman dari pandangan orang lain. Allah   berfirman:
“Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri-isteri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka”(Al Ahzab : 53)

Menurut Imam Al Qurthubi,dalam ayat tini terdapat dalil bahwasanya Allah   mengijinkan bertanya kepada istri-istri Nabi J dari belakang tabir, apabila ada keperluan, atau ingin bertanya tentang suatu masalah, dan seluruh wanita termasuk dalam makna ini, sesuai dengan prinsip-prinsip syari’ah bahwasanya (seluruh tubuh) wanita adalah aurat” (Tafsir Al Qurthubi 14/227)

Syeikh Muhammad Asy Syinqithi menjelaskan, bahwasanya dalam ayat yang mulia ini terdapat dalil yang sangat jelas tentang wajibnya tabir dan merupakan hukum umum bagi seluruh wanita, bukan khusus bagi istri-istri Nabi J saja, walaupun dari sisi konteks kalimatnya khusus bagi mereka. Akan tetapi, keumuman sebabnya sebagai dalil keumuman hukumnya” (Tafsir Adhwa’ul Bayan 6/242)

MEMISAHKAN TEMPAT TIDUR ANAK

Rasulullah Saw bersabda:
“Perintahkanlah anak yang telah berumur tujuh tahun untuk shalat, dan pukulah mereka pada umur sepuluh tahun jika enggan mengerjakannya, dan pisahkanlah tempat tidur mereka” (Riwayat Abu Dawud 495, dengan sanad hasan)

Sebaiknya orang tua memisahkan tempat tidur anak-anak mereka ketika hampir mencapai usia baligh, baik laki-laki atau perempuan. Berkumpulnya mereka dalam satu tempat tidur, tersingkapnya aurat dan bersentuhan badan mereka, akan menimbulkan keburukan dan kerusakan.

Al Manawi berkata; “ Pisahkanlah tempat tidur anak-anak, jika mereka telah berumur sepuluh tahun, untuk menjaga dari gejolak syahwat, walaupun sesama anak perempuan” (Fiqh Tarbiyyatul Abna’, Syeikh Musthafa Al Adawi 145-146)

TIDAK MEMELIHARA ANJING & MEMASUKAN GAMBAR BERNYAWA

Rasulullah Saw. bersabda;
“Sesungguhnya malaikat tidak akan memasuki rumah yang didalamnya terdapat anjing dan gambar (makhluk bernyawa)” (Riwayat Al Bukhari)

Imam Al Manawi berkata; “Para malaikat yang dimaksud disini adalah malaikat rahmah dan barakah, atau malaikat yang melindungi manusia, atau mengunjnginya untuk mendengarkan dzikir atau yang semisalnya, bukan malaikat yang mencatat amal perbuatan manusia, maupun malaikat maut.

Para malaikat tersebut tidak memasuki rumah yang didalamnya terdapat gambar (makhluk bernyawa) , karena diharamkannya menggambar makhluk hidup, karena tukang gambar seakan-akan menjadikan dirinya sebagai sekutu bagi Allah SWT dalam masalah pembentukan ini.

Dan para malaikat juga tidak memasuki rumah yang terdapat anjing, karena najisnya. Padahal malaikat tersucikan diri dari tempat-tempat kotor.” (fathul Qadir 2/394)

MENJAUHKAN RUMAH DARI NYANYIAN & MUSIK

Allah SWT. berfirman:

“Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan” (Luqman :6)

Al Wahidi berkata; “sebagian besar ahli tafsir berpendapat yang dimaksud dengan “perkataan yang tidak berguna” (dalam ayat ini) adalah nyanyian. Demikian juga pendapat Ibnu ‘Abbas, Ibnu Mas’ud, Ibnu ‘Umar, Mujahid, dan Ikrimah” (Ighasatul Lahfan 1/360)

Imam Ibnul Qoyyim menjelaskan; “Sesungguhnya engkau tidak dapatkan seseorang yang sibuk dengan nyanyian dan alat-alat musik melainkan ia telah tersesat ilmu dan amalnya dari jalan petunjuk. Dia mendengarkan nyanyian dan berpaling dari Al Qur’an. Apabila ditunjukan kepadanya antara mendengar nyanyian dan mendengar Al Qur’an, maka ia lebih memilih mendengarkan nyanyian, dan merasa sangat berat mendengarkan Al Qur’an” (Ighasatul Lahfan 1/364)

Rasulullah Saw. telah bersabda:
“Kelak akan ada dari ummatku, beberapa kaum yang menghalalkan zina, sutra, khamr, dan alat-alat musik,..” (Riwayat Al Bukhari).

Hadits diatas menunjukan bahwa hukum asal musik adalah haram. Sungguh telah menjadi musibah yang sangat besar pada jaman ini. Di mana musik menyelinap dalam setiap sudut ruang dan barang. Seperti pada suara bel tamu, jam dinding, mainan anak, computer, HP dan sebagainya. Maka sudah selayaknya bagi setiap musim mewaspadainya.

MEMBERSIHKAN RUMAH DARI SEGALA TANDA SALIB

Sesuatu yang sangat memprihatinkan. Yaitu banyaknya kaum muslimin yang memasukan tanda-tanda salib kedalam rumah-rumah mereka, tanpa mereka sadari. Tanda-tanda salib ini berbentuk pada ornament atau gambar pada baju/kaos, mainan anak, bentuk pintu, buku-buku dan lain-lain.

Oleh karena intu berhati-hatilah,. Janganlah barang keji ini yang merupakan symbol kekufuran masuk kedalam rumah kita. Rasulullah Saw. telah bersabda:
“Sesungguhnya Nabi J, tidaklah meninggalkan sesuatu yang berbentuk salib, melainkan beliau rusak” (Riwayat Al Bukhari)

PENUTUP
Demikianlah sebagian kriteria rumah ideal, rumah idaman Islami bagi seorang muslim secara fisik untuk terciptanya ‘baitii jannatii’, rumahku surgaku. Namun lebih luas dari itu bahwa rumah yang ideal bagi seorang muslim harus lebih ditekankan kepada sikap dan perilaku penghuninya dalam menerapkan dan mengaplikasikan ajaran Islam. Sehingga akan tercipta rumah tangga yang harmonis yang akan memperoleh Ridha dari Allah  . Walahu A’lam Bish Shawwab
————————————————–
Kontribusi: Mas Heru Yulias Wibowo – Redaktur Buletin Da’wah An Nashihah Cikarang Baru – Bekasi

Kata Kunci Terkait :

model pilar teras rumah,rumahku surgaku,rumahku syurgaku dalam islam,hadits tentang rumahku surgaku,rumah idaman dlm islam,rumah idaman menurut allah,rumah idaman menurut islam,rumah surgaku didalam islam