Over Kredit Rumah – Prosedur Oper Kredit

by

Over kredit rumah, bagaimana prosesnya? Over atau sering disebut oper kredit rumah adalah salah satu cara memiliki rumah dengan cara kredit. Yang membedakannya dengan kredit rumah biasa adalah adanya pihak ketiga yang menghubungkan antara calon pembeli/kreditur dan lembaga pembiayaan sebagai pemberi kredit.

Jadi, dalam pelaksanaan over kredit rumah, terdapat 3 (tiga) pihak yang bertransaksi. Pihak I adalah orang yang menjual rumah. Dia ini adalah orang yang dulunya membeli rumah dengan sistem kredit dan lembaga pembiayaan tertentu (bank). Lalu, di tengah perjalanan ketika masa kredit rumahnya belum selesai, dia ingin menjualnya karena satu dan lain hal.

Pihak II adalah orang yang akan membeli rumah. Dialah nantinya orang yang melanjutkan angsuran kredit rumah yang telah dimulai Pihak I.

Pihak III adalah lembaga finansial yang memberikan fasilitas Kredit pemilikan Rumah (KPR) dan telah mengadakan perjanjian tertentu dengan Pihak I.

Over Kredit Rumah
Tips Oper Kredit Rumah

Bisa dikatakan bahwa Over kredit rumah merupakan suatu cara cerdas membeli rumah dalam kisaran harga yang biasanya nilai totalnya menjadi sangat murah. Hal ini disebabkan, umumnya pihak I, yaitu penjual rumah tidak mampu lagi membayar angsuran Kredit Pemilikan Rumah (KPR), atau mungkin dia sedang membutuhkan uang untuk keperluan mendadak.

Lantas bagaimana prosedurnya? Over kredir rumah terjadi ketika Pihak I atau penjual rumah menjual rumah yang masih dalam ikatan perjanjian dengan Pihak III selaku pemberi kredit kepemilikan rumah (KPR); lembaga pembiayaan atau Bank. Pihak II yang membeli rumah dari Pihak I harus melanjutkan pembayaran angsuran KPR yang telah dimulai oleh Pihak I. Pihak I dan Pihak II menyepakati besarnya uang yang harus dibayarkan Pihak II kepada Pihak I sebagai pengganti uang yang telah dibayarkan Pihak I kepada Pihak III.

Ilustrasinya seperti ini. Pihak I telah membeli rumah dengan fasilitas Kredit Pemilikan Rumah dengan tenor 20 tahun. Lalu, setelah cicilan KPR sampai di tahun ke-15 (dalam keadaan belum lunas), Pihak I bermaksud menjual rumah ke Pihak II. Selaku pembeli, Pihak II bisa membeli rumah tersebut sesuai harga yang ditawarkan oleh Pihak I. Kemudian Pihak II melanjutkan angsuran KPR ke lembaga pembiayaan / bank (Pihak III). Atau bisa juga, Pihak II langsung membayar lunas semua kekurangan cicilan tersebut.

Bisakah mengalihkan Over Kredit Rumah ke Bank Lain?

“Ada 2 (dua) alternatif Over kredit untuk dipertimbangkan. Pertama, melanjutkan angsuran dengan lembaga pembiayaan atau bank yang sama seperti apa adanya yang telah dimulai oleh pihak I. Kedua, memindahkan Over kredit rumah ke bank atau lembaga pembiayaan lain yang dikehendaki Pihak II.

Bila menghendaki Over kredit rumah masih dengan lembaga pembiayaan (bank) lama, Pihak I dan II tidak harus direpotkan dengan urusan Over kredit rumah. Sebab, sejak awal, di sanalah dokumen rumah berada. Pihak I dan II tinggal memenuhi beberapa syarat yang akan diminta oleh bank.

Cukup repot bila Pihak II bermaksud memakai bank yang menjadi langganannya. Mengapa? Sebab tiap bank mempunyai aturan berlainan. Umumnya, prosedur kesepakatan dan pengalihan dokumen rumah dari bank satu ke bank lain serta penyerahan uang sisa angsuran Kredit Pemilikan Rumah dari pihak II cukup ribet. Meski demikian, bila semua persyaratan sudah terpenuhi, proses over kredit rumah bisa berjalan lancar.

Kata Kunci Terkait :

tata cara beli rumah over kredit,tata cara over kredit rumah