Fenomena Bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Murah

by

Kredit Pemilikan Rumah (KPR) – Awal tahun ini, bank-bank menggeber kucuran Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Mereka berlomba menawarkan bunga murah rendah di bawah 10%. BTN dan BNI membikin gebrakan dengan bunga hanya sekitar 8 persen untuk fixed dalam jangka waktu 48 bulan. Agar tak salah pilih, tentu calon nasabah haru cermat memilih mana yang paling sesuai dan terpercaya.

Suku bunga KPR BNI – Bank BNI meluncurkan sebuah produk yang dinamakan Griya Idaman. Produk ini mengusung bentuk angsuran progresif. Sementara BTN menawarkan Kredit Pemilikan Rumah berjangka waktu kredit (tenor) hingga 25 thn. Produk ini dimaksudkan agar nilai angsuran KPR menjadi lebih kecil. Bagaimana dengan BCA?

Suku bunga KPR BCA – Bulan Pebruari 2012, Bank Central Asia (BCA) meluncurkan bunga tetap KPR 8% selama 55 bulan. Program ini bersifat produk promosi dengan masa berlaku hingga akhir bulan Mei di tahun yang sama. Tak lama setelah itu, Bank Mandiri tampil tidak kalah bersaing dengan bunga KPR 7,5% selama 2 (dua) tahun.

Ada beberapa bank lain yang juga agresif bermain di Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan bunga rendah di bawah 10%. Sebut saja Bank Mandiri, BRI CIMB Niaga, OCBC NISP. Bank Internasional Indonesia (BII) lebih berani lagi. Bank milik Maybank ini memberikan KPR bebas bunga.

Teliti Memilih Harga Rumah Saat Bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Rendah

kredit pemilikan rumahKondisi suku bunga KPR seperti saat ini menjadi kesempatan emas bagi siapa saja yang memiliki rumah untuk mewujudkan keinginannya mendapatkan rumah dengan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) secara murah. Satu hal yang harus dipertimbangkan secara cermat oleh calon pembeli adalah teliti dalam terhadap harga rumah yang ditawarkan. Kebiasaan yang selama ini terjadi, ketika bunga KPR turun maka para pengembang rumah menaikkan harga rumahnya. Oleh karena itu, cermatlah dalam menimbang harga rumah yang disodorkan pihak developer.

Respon yang sangat bagus ditunjukkan oleh para konsumen properti atas program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan bunga rendah tersebut. Hal itu bisa dibuktikan dengan melonjaknya angka penjualan properti yang berhasil ditorehkan oleh para developer.

Mengapa Bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) rendah? Ada berbagai faktor penyebab turunnya bunga KPR. Di antaranya adalah BI Rate (suku bunga acuan) yang rendah. Faktor lain cost of fund. Perbankan bisa mengucurkan kredit KPR dengan bunga murah karena memang ongkos dana (cost of fund)-nya rendah. Hal ini bisa jadi karena para pengembang memberikan subsidi atau sedang melakukan promo untuk suatu target yang ingin dicapai.

Jangan Tergoda Bunga KPR Satu Digit

Bila Anda saat ini atau dalam waktu dekat ingin membeli rumah, Program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bunga rendah di bawah 10% fixed beberapa tahun bisa jadi sangat menggiurkan. Hanya saja, perlu diingat bahwa Anda jangan hanya tergoda oleh bunga rendah. Secepatnya harus disadari bahwa bunga rendah yang ditawarkan oleh bank saat ini merupakan bunga promo dan bersifat jangka pendek, biasanya 1-3 tahun. Setelah masa promosi habis, bank akan mengenakan bunga floating yang berubah-ubah sesuai dengan bunga pasar yang berlaku. Nasabah dihadapkan dengan kenaikan bunga yang mungkin tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Seringkali nasabah tidak menyadari hal ini sedari awal.

One thought on “Fenomena Bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Murah

  1. Bisnis investasi yang sedang booming, komisi tinggi, silahkan bergabung untuk melihat silahkan masuk ke web support gold trade funds indonesia. Terimakasih

Comments are closed.