Hikmah Puasa: Detoksifikasi dan Kesehatan Tubuh

by

Adakah hubungan antara puasa (puasa Ramadhan) dan detoksifikasi (detoks), serta kesehatan tubuh secara menyeluruh? Mohon maaf bila postingan ini sangat jauh dari ‘mampu’ menjabarkan jawaban atas pertanyaan tersebut. Semua itu tak lepas dari keterbatasan dan minimnya pengetahuan penulis. Selamat membaca. CMIIW – Correct Me If I’m Wrong.

Pengertian Puasa

Pengertian puasa dalam syariat Islam adalah menahan makan-minum serta hal-hal yang membatalkan puasa mulai dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari.

Pengertian Detoksifikasi

Detoksifikasi, atau sering disebut detoks, adalah proses pembuangan atau meluruhkan racun-racun tubuh. Atau, dengan kata lain, detoksifikasi adalah mengeluarkan toksin, racun, sampah, kotoran dari dalam tubuh.

Membersihkan Toksin Tubuh (Detoksifikasi) dengan Puasa

Hikmah Puasa untuk Detoksifikasi dan Kesehatan Tubuh
Hikmah Puasa untuk Detoksifikasi dan Kesehatan Tubuh

Setiap hari, tanpa terasa, toksin selalu mengendap di bagian-bagian terpenting tubuh kita. Mulai dari polusi udara, asap rokok, makanan cepat saji, junk food, endapan sisa makanan yang susah dicerna, residu obat-obatan, kimia industri, hingga toksin yang ‘diproduksi’ oleh tubuh yakni lemak yang teroksidasi dan radikal bebas. Semua hal tersebut tergolong toksin yang perlu dilakukan pembersihan. Sebab, kalau dibiarkan, lama kelamaan bisa meracuni darah dan menyebar ke seluruh tubuh. Meskipun tubuh punya 5 organ yang sangat berperan dalam mekanisme detoksifikasi dan membersihkan dirinya sendiri, kita harus membantu. Puasa adalah metode paling sehat dan menyehatkan dalam rangka membantu proses detoksifikasi, meluruhkan secara sempurna toksin dan racun dari dalam tubuh kita.

Sebagai seorang muslim, kita diwajibkan menjalankan puasa Ramadhan sebulan penuh. Ini adalah sebuah pembersihan tubuh yang luar biasa setelah selama 11 bulan tercemari oleh endapan toksin dari segala penjuru arah. Di samping mendapatkan kesehatan setelah menjalankan ibadah puasa, seseorang juga secara otomatis mengalami penurunan berat badan sebagai efek samping dari proses detoksifikasi selama berpuasa.

Puasa sangat bagus bagi kesehatan. “Berpuasalah, niscaya kamu akan menjadi sehat”, begitu sabda Nabi Muhammad Saw. Siapapun dari umat Islam, maka dia harus menjalankan puasa di bulan Ramadhan.

Puasa bukan hanya baik bagi orang yang ingin menurunkan berat badan. Orang sehat dan memiliki berat badan ideal pun tetap diwajibkan menjalankan ritual puasa tahunan ini. Hikmah utama puasa bagi kesehatan adalah menghindarkan tubuh dari endapan racun agar tidak menyebabkan gangguan serta mengistirahatkan sistem pencernaan di siang hari setelah sebelumnya selama 1 tahun bekerja siang malam. (Baca juga: Pola hidup sehat ala Rasulullah Saw.)

detoksifikasi
Perlu detoksifikasi: Usus penuh toksin

Di luar bulan Ramadhan, kita bisa saja melakukan puasa untuk detoksifikasi. Misalnya puasa sunnah Senin dan Kamis, Puasa Daud, puasa ayyamul bidh, dan lain-lain. Inti detoks dengan puasa adalah tidak mengkonsumsi makanan secara berlebihan terutama makanan yang bisa membahayakan tubuh.

Melalu ritual puasa, berbuka puasa dengan mengkonsumsi makanan yang gampang dicerna, kaya serat, bernutrisi serta tidak berlebih-lebihan berarti kita telah membantu tubuh untuk melakukan mekanisme detoks guna meluruhkan racun.

Satu hal yang sangat disayangkan, masih banyak di antara kita yang tidak bisa memahami arti penting puasa bagi kesehatan. Sehingga begitu selesai Ramadhan, mereka balik lagi ke pola makan sebelumnya. Mengkonsumi makanan dan minuman tanpa memperhatikan kualitas dan ukuran. Bahkan ketika berpuasa, mereka seringkali makan kebut-kebutan dan bermewah-mewah saat berbuka sehingga justru mengganggu tubuh untuk melakukan mekanisme detoksifikasi.

Kata Kunci Terkait :

Hikmah Puasa,Detoksifikasi