Israel vs Palestina – Pesantren Tahfidz Quran Ust Yusuf Mansur di Gaza Dihancurkan Israel

by

Israel vs Palestina – Pesantren Tahfidz Al Quran milik Ustadz Yusuf Mansur di Gaza, Palestina hancur Dihantam roket Israel. Subhanallah, butuh belasan roket untuk menghancurkannya.

Pimpinan Pesantren Daarul Quran Ustaz Yusuf Mansur mengaku prihatin dengan dirudalnya Graha Tahfidz Quran di Gaza, Palestina, oleh Israel.

”Ya Allah, Graha Tahfidz Quran Gaza yang baruuuuuu aja diresmikan, bantuan Muslim Indonesia, dirudal Israel laknatullah alaihin,” ungkap Ustaz Yusuf Mansur kepada Republika, Rabu (9/7) malam.

Berdasarkan informasi dari koordinator Rumah Tahfidz Quran Gaza, Abdullah Onim, Gaza siaga satu menjadi gawat darurat.

”Detik ini, bertambah korban empat tewas. Detik ke detik, korban tewas dan luka-luka kian bertambah,” ungkap Ustaz Yusuf Mansur mengutip pernyataan Abdullah Onim.

Tak hanya itu, sambung Ustaz Yusuf Mansur, dua buah masjid tak luput dari rudak Israel. Masjid terletak di Abasan, Gaza Selatan. ”Dua masjid tersebut rata dengan tanah,” ungkap Ustaz Yusuf Mansur.

Pejuang Palestina, berdasarkan informasi yang dijelaskan Abdullah Onim, tidak pernah meminta menghentikan perang. ”Pejuang Palestina tetap melanjutkan perang dengan Israel,” ujarnya penuh semangat.

Sebelumnya, Koordinator Graha Tahfidz Daarul Qur’an Gaza itu menuturkan, pada Selasa, 8 Juli 2014, pukul empat sore waktu Gaza, sebuah jet tempur F16 Israel terbang rendah di atas apartemen Keluarga Abdillah Onim yang bersebelahan dengan Graha Tahfidz Daarul Qur’an Indonesia di Gaza bagian Utara. Tiba-tiba jet itu menembakkan sebuah roket seberat 1 ton. Roket yang mampu mengejar sasaran sejauh 1 km itu panjangnya lebih 2 meter.

Roket Israel jatuh hanya 20 meter dari kediaman Abdillah Onim. Akibatnya, tembok apartemen hancur, demikian juga genteng dan kaca-kaca pecah berantakan. Titik jatuhnya roket menimbulkan kubangan sedalam 50 meter dengan diameter sekitar 15 meter.

”Saat serangan roket, saya bersama anak dan istri sedang berada di dalam rumah. Alhamdulillah kami selamat dan tidak terluka sedikitpun, akan tetapi tetangga kami Muhammad Jomah mengalami luka-luka akibat terkena serpihan roket,” tutur Abdillah.

Padahal, lanjut Abdillah, sebelumnya dari sekitar Graha Daqu tidak ada pejuang Palestina yang melontarkan roket ke Israel.

Serangan roket tak urung juga merusak sebagian Graha Tahfidz Daqu yang baru saja selesai dibangun. Tembok halaman hancur, sebagian atap rusak berat, kaca-kaca pun pecah berantakan. Akses jalan ke Graha Tahfidz Daqu pun hancur.

Apa boleh buat, para santri yang baru sehari memulai aktivitas di Graha Tahfidz Daqu, terpaksa diliburkan. ”Situasi masih belum kondusif untuk belajar. Pesawat Israel masih sering mondar-mandir di atas kami,” ungkap Abdillah.

Bahkan seorang wali santri yang bernama Abu Jabal Basliqy, tewas terkena roket ketika tengah menumpang mobil di Gaza City. Warga Gaza yang dulu mengecat Graha Tahfidz Daqu itu masih ada hubungan family dengan Abdillah Onim.

Akibat semakin brutalnya serangan Israel, Kementrian Kesehatan di Gaza, Palestina, sejak Selasa (8/7) menetapkan status Gawat Darurat Gaza. Pada hari yang sama, Israel menjatuhkan sekitar 300 roket di berbagai wilayah Gaza. Sedangkan pejuang Gaza secara sporadis membalas dengan lontaran sekitar 100 roket yang mencapai daerah Israel Ashdood, Askelon, dan Askol serta Naqab.

pesantren tahfid quran yusuf mansur dihancurkan israel 1 pesantren tahfid quran yusuf mansur dihancurkan israel pesantren tahfid quran yusuf mansur sebelum dihancurkan israel