Gempa Bumi Nepal Terjadi Setelah Upacara Sembelihan 250rb Hewan Sesajen?

by

Gempa Bumi Nepal Terjadi Setelah Penyembelihan 250.000 Hewan Untuk Sesajen

Sebelum terjadinya gempa di Nepal, Penduduk di sana mengadakan upacara penyembelihan ratusan ribu hewan. Ini adalah pembunuhan terbesar di dunia yang bertujuan untuk persembahan kepada para Dewa.

Jutaan pemeluk agama Hindu berduyun-duyun mendatangi lokasi upacara yang digelar tiap lima tahun sekali di Kuil Gadhimai, Dewi Kekuatan, di Bariyarpur, Nepal, yang berbatasan dengan India. Lebih dari 250.000 hewan dibariskan untuk dilakukan pembunuhan di upacara keagamaan Nepal. Kerbau, burung, dan kambing dikorbankan untuk sesaji tuhan-tuhan mereka.

Festival tersebut diakhiri dengan ritual membunuh 5.000 kerbau di sebuah lapangan dekat kuil tersebut. Ritual itu selesai dilakukan selama dua hari. Hewan-hewan tersebut dibunuh tidak untuk dikonsumsi, melainkan untuk dijadikan sesajen bagi dewa-dewa mereka.

Setelah upacara sesaji tersebut, beberapa waktu kemudian terjadi bencana sangat hebat yang memakan korban hampir 8 ribu nyawa manusia.

Benarkah Gempa Bumi Nepal merupakan akibat dari festival Gadhimai di mana diadakan Penyembelihan 250.000 Hewan Untuk sesaji?

Beberapa orang menolak bahwa ada keterkaitan antara festival Gadhimai dan gempa bumi. Festival Gadhimai diadakan 5 tahun sekali, terakhir diadakan adalah tahun 2014. Sedangkan bencara gempa bumi baru terjadi pada Mei 2015.

Sebelumnya diberitakan, gempa berkekuatan dahsyat mengguncang Nepal. Sebagian besar ilmuwan dan ahli geologi sudah memprediksi terjadinya gempa ini. Sepekan sebelumnya, sekitar 50 ahli geologi dan ahli gempa bumi dari berbagai belahan dunia bertemu di Kathmandu, Nepal.

Mereka membicarakan soal Nepal yang kondisi geologisnya rentan terhadap gempa bumi besar. Mereka yakin gempa besar Nepal pada 1934 yang menewaskan lebih dari 20 ribu jiwa akan terulang kembali.

Gempa di Nepal yang berkekuatan 7,8 skala Richter pada kedalaman 15 kilometer merupakan gempa dangkal akibat tumbukan lempeng. Secara tektonik, wilayah Nepal dibentuk dari proses tumbukan lempeng benua India yang masuk di bawah benua Eurasia dengan kecepatan 45 milimeter per tahun.

Gempa Nepal yang terjadi pada Sabtu, 25 April lalu, itu memiliki mekanisme sesar naik dengan pergeseran maksimum pada bidang gempa mencapai 4 meter. Luas bidang yang bergeser itu mencapai 160 x 120 kilometer.

Guncangan yang dirasakan mencapai intensitas IX atau guncangannya sangat keras sehingga menghancurkan bangunan yang dibangun tanpa kaidah rekayasa yang baik.

Sebelumnya, pada 1934, Nepal pernah diguncang gempa sejenis dengan skala 8 skala Richter. Setelah 80 tahun, mungkin mereka lupa pernah ada kejadian itu.

Selain menghasilkan gempa, tumbukan lempeng benua India dan Eurasia itu juga pada masa lampau memunculkan Pegunungan Himalaya. Tapi bukan gunung api karena bukan hasil tunjaman lempeng.